Blogger Template by Blogcrowds

Kampanye Peduli Autisme 2008

Dalam rangka Kampanye Peduli Autisme 2008 yang jatuh di bulan April, Yayasan Autisme Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan-kegiatan sepanjang bulan Maret, April dan Mei.

Kegiatan-kegiatan ini meliputi:

* menyebarkan informasi seputar Autisme di media masa cetak dan elektronik
* membagikan leaflet yang berisi ringkasan informasi deteksi dini Autis
* pemasangan web banner di situs portal detik.com dan inilah.com
* Roadshow dengan mendirikan booth informasi di mal-mal
* membuat iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di televisi dan di radio

Pada tanggal 2 April 2008, mengadakan konferensi pers dalam rangka memperkenalkan Hari Peduli Autisme Sedunia.

Puncak rangkaian acara Kampanye ini adalah Ekspo Peduli Autisme (Autism Awareness Expo) pada tanggal 26 dan 27 April 2008 di Graha Sucofindo, Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta.

Selama Ekspo 2 hari ini akan ada seminar, bazar, pameran hasil karya individu ASD (autistic spectrum disorder) serta Pentas Apresiasi Seni oleh individu ASD. Untuk info yang lebih lengkap mengenai Ekspo Peduli Autisme bisa dilihat di halaman Expo.

Tujuan Kampanye tahun 2008 ini adalah:

* Memberikan informasi kepada masyarakat umum melalui kegiatan kampanye dan autism awareness expo yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan penerimaan masyarakat akan keberadaan anak penyandang spektrum autisme sehingga mereka diberi kesempatan untuk mendapatkan berbagai hal seperti pendidikan, penggunaan fasilitas umum, sampai ke pekerjaan.
* Memberikan informasi kepada orang tua anak penyandang autisme agar dapat lebih mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiapkan mereka untuk dapat mandiri dan berguna bagi masyarakat.
* Menghilangkan mitos "autis" itu identik dengan "cacat mental", "gila" atau malah "genius". Namun tidak bisa dipungkiri bahwa autisme/ASD (Autistic Spectrum Disorder) memiliki spektrum yang luas dari yang "high functioning" hingga "low functioning".
* Mengingat bahwa sekolah dan berbagai terapi untuk anak-anak autis saat ini terbilang "sangat mahal", sedangkan autisme dapat mengenai siapapun tanpa melihat status sosial atau kekayaan, mengadvokasi Pemerintah supaya memberi perhatian yang memadai pada anak dan remaja penyandang autisme yang jumlahnya kian banyak ini, dengan menyediakan pendidikan (sekolah khusus, sekolah inklusi setingkat SD sampai Kejuruan) dan sarana kesehatan (klinik/pusat terapi, dan lain-lain).
* Meningkatkan kesadaran keluarga penyandang autisme untuk mengurangi konsumsi zat kimia pengawet, perasa, pewarna, pengemulsi, penghalus, pengembang, MSG, yang dapat memperburuk keadaan penyandang autis bila mengkonsumsinya. Juga menghimbau produsen/pabrik obat dalam negeri untuk dapat memproduksi suplemen (yang biasa dikonsumsi oleh penyandang autis) di dalam negeri sendiri, karena selama ini masih banyak yang diimpor dari luar negeri, sehingga terasa mahal.
* Memotivasi orang tua dan keluarga penyandang autisme bahwa autism bukanlah akhir dari segala-galanya. Tidak perlu berputus asa bilamana dikaruniai anak autis. Orangtua harus menerima kenyataan tapi terus berusaha. Penanganan yang tepat, dan penyediaan kesempatan belajar yang luas akan memperbesar kemungkinan pemulihan dan pengembangan diri anak-anak autis.

0 participant:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda